Reaksi Redoks Bagian 2 : Menggunakan Bilangan Oksidasi


Berbeda dengan reaksi magnesium dengan oksigen, tidak semua reaksi dengan oksigen menghasilkan produk ionik. Misalnya belerang bereaksi dengan oksigen untuk memberi sulfur dioksida, SO2, yang bersifat molekuler. Namun demikian, akan lebih mudah untuk juga melihat ini sebagai reaksi redoks, namun hal ini mengharuskan kita mengubah cara kita mendefinisikan oksidasi dan reduksi. Untuk melakukan ini, ahli kimia mengembangkan sebuah sistem pembukuan yang disebut bilangan oksidasi, yang menyediakan cara untuk mengawasi transfer elektron.
Istilah yang sering digunakan secara bergantian dengan bilangan oksidasi adalah keadaan oksidasi. Kita dapat menggunakan beberapa pengetahuan dasar yang dipelajari sebelumnya ditambah seperangkat aturan di bawah ini untuk menentukan bilangan oksidasi atom di hampir semua senyawa. Aturan-aturan ini adalah hierarki; Gunakan aturan bernomor lebih rendah dulu, dan kemudian menerapkan aturan nomor yang lebih tinggi. Hal ini memungkinkan kita menghadapi konflik antara dua peraturan

Contoh soal:
Tentukan bilangan Oksidasi S pada senyawa H2SO4 dan SO32-:
Pada H2SO4 senyawa tidak memiliki muatan, artinya biloks total = 0 maka,
H + S + O = 0
2 (+1) + 1 (S) + 4 (-2) = 0
Maka biloks S = +6

Pada SO32- spesi ion yang bermuatan, maka biloks total = -2
S + O = -2
1 (S) + 3 (-2) = -2
Maka biloks S = +4

Ada beberapa kasus lain seperti bagaimana menentukan biloks N pada senyawa NH4NO3 dan bagaimana menentukan biloks S pada senyawa MnSO4? Cukup mudah, kita hanya perlu mengetahui tipe ion yang digunakan,
NH4NO3 NH4+ + NO3- ; maka untuk NH4+ biloks N = -3 ; pada NO3- biloks N = +5
MnSO4 Mn2+ + SO42- ; maka SO42- biloks S = +6
CUKUP MUDAH BUKAN, terus bagaimana bisa tau tipe-tipe ionnya, kalian cukup menghafal tabel berikut ini: