Faktor-faktor Yang Mempengaruhi laju Reaksi


Laju reaksi untuk perubahan kimia tertentu adalah kecepatan reaktan menghilang dan produk terbentuk. Bila reaksi cepat, lebih banyak produk terbentuk dalam jangka waktu tertentu daripada reaksi yang lambat. Laju reaksi diukur dengan jumlah produk yang dihasilkan atau reaktan yang dikonsumsi per satuan waktu. Biasanya ini dilakukan dengan memantau konsentrasi reaktan atau produk dari waktu ke waktu, saat reaksi berlangsung. 

Sebelum kita mengambil aspek kuantitatif laju reaksi, mari kita lihat secara kualitatif faktor yang bisa membuat reaksi berjalan lebih cepat atau lebih lambat. Ada lima faktor utama yang mempengaruhi laju reaksi. 
1. Sifat kimia reaktan itu sendiri 
2. Kemampuan reaktan untuk bersentuhan satu sama lain 
3. Konsentrasi reaktan 
4. Suhu 
5. Ketersediaan agen percepatan laju yang disebut katalis 

Sifat Kimia Reaktan 
Perputaran obligasi dan obligasi baru terbentuk selama reaksi. Perbedaan yang paling mendasar di antara laju reaksi, oleh karena itu, terletak pada reaktan itu sendiri, dalam kecenderungan inheren untuk atom, molekul, atau ion mereka untuk mengalami perubahan pada ikatan kimia atau keadaan oksidasi. Beberapa reaksi cepat terjadi pada alam dan yang lainnya lambat. Misalnya, karena atom-atom natrium kehilangan elektron dengan mudah, permukaan natrium metalik yang baru terpapar saat terkena udara dan kelembaban. Dalam kondisi yang sama, potasium juga bereaksi dengan udara dan kelembaban, namun reaksinya jauh lebih cepat karena atom kalium kehilangan elektron lebih mudah daripada atom natrium. 

(a) Reaksi Logam Na dengan air (b) Reaksi Logam K dengan air

Kemampuan Reaktan untuk Bertemu (Luas Permukaan Sentuh)
Sebagian besar reaksi melibatkan dua atau lebih pereaksi yang partikelnya (yaitu atom, ion, atau molekul) harus bertabrakan satu sama lain agar reaksi terjadi. Inilah sebabnya mengapa reaksi sering dilakukan dalam larutan cair atau dalam fase gas. Pada pernyataan ini, partikel dapat berbaur pada tingkat molekuler dan saling bertabrakan dengan mudah. 

Reaksi di mana semua reaktan berada dalam fase yang sama disebut reaksi homogen. Contohnya termasuk netralisasi natrium hidroksida dengan asam hidroklorida saat dilarutkan dalam air, dan reaksi peledak dalam fase gas uap bensin dengan oksigen yang dapat terjadi saat keduanya tercampur dalam proporsi yang tepat dalam mesin bensin. (Suatu ledakan adalah reaksi yang sangat cepat yang menghasilkan gas yang mengembang panas.) 


Bila reaktan hadir dalam fase yang berbeda-misalnya, bila satu adalah gas dan yang lainnya adalah cairan atau padat - reaksi tersebut disebut reaksi heterogen. Dalam reaksi heterogen, reaktan hanya dapat bertemu di antarmuka antara fasa, sehingga area kontak antara fase merupakan faktor utama dalam menentukan laju reaksi. Daerah ini dikendalikan oleh ukuran partikel reaktan. Dengan memperkecil padatan, luas permukaan total dapat sangat meningkat. Ini memaksimalkan kontak antara atom, ion, atau molekul dalam keadaan padat dengan fase yang berbeda. Akibatnya, dalam reaksi heterogen, partikel yang lebih kecil cenderung bereaksi lebih cepat daripada yang besar. Sebagai contoh, lebih mudah membakar serbuk kayu dibandingkan membakar batangan kayu. Hal ini karena serbuk kayu memiliki luas sentuh yang besar. 

Meskipun reaksi heterogen seperti yang diilustrasikan adalah penting, namun sangat rumit dan sulit untuk dianalisis. 

Konsentrasi Reaktan 
Laju reaksi homogen dan heterogen dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan. Misalnya, kayu bakar relatif cepat di udara tapi sangat cepat dalam oksigen murni. Diperkirakan bahwa jika udara mengandung oksigen 30% dan bukan 21%, tidak mungkin memadamkan kebakaran hutan. Kapur tulis lebih cepat larut dalam cuka 5 M dibandingkan dalam cuka 1 M. 

Suhu Sistem 
Reaksi kimia terjadi lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi daripada suhu rendah. Anda mungkin telah memperhatikan, misalnya, serangga itu bergerak lebih lambat saat udara sejuk. Seekor serangga adalah makhluk berdarah dingin, yang berarti suhu tubuhnya ditentukan oleh suhu lingkungannya. Seiring udara mendingin, serangga terasa dingin, sehingga laju reaksi metabolisme mereka melambat, membuat serangga lesu. Dalam reaksi kimia, faktor suhu erat hubungannya dengan pergerakan partikel, semakin tinggi suhu maka energi kinetik partikel makin besar, sebaliknya.


Kehadiran Katalis 
Katalis adalah zat yang meningkatkan laju reaksi kimia tanpa habis. Mereka mempengaruhi setiap saat dalam hidup kita. Dalam tubuh kita, zat yang disebut enzim berfungsi sebagai katalis untuk reaksi biokimia. Dengan membuat enzim tersedia atau tidak, sel mampu mengarahkan kimiawi tubuh kita dengan mengendalikan reaksi kimia mana yang dapat terjadi dengan cepat. Katalis digunakan dalam industri kimia untuk membuat bensin, plastik, pupuk, dan produk lain yang telah menjadi kebutuhan virtual dalam kehidupan kita.

Referensi
Brady, J.E.. (2011). General Chemistry. 6th .ed. New York : John Willey & Sons.

Chang, Raymond. (2011). Chemistry. 6th .ed. New York : McGraw Hill Inc.

Silberberg, Martin S. (2003). Chemistry: The Molecular Nature of Matter an Change. 3rd ed.New York McGraw Hill Co.